Televisi vs Orang Tua

Jangan biarkan anak menonton TV tanpa pengawasan orang tua.

Oleh: Ulfah Mubarokah

Sepertinya anak sekarang susah tanpa TV. Padahal TV seperti pisau bermata dua, bisa menyesatkan dan bisa berguna. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Sobat Birena, ada pepatah dari seorang Psikolog Anak, “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya.” Dulu zaman Belanda didikannya keras, main pukul, kalau sekarang main pukul, anak bisa minggat.

Maka jangan melarang seorang anak menonton TV, tapi cukup dampingi anak itu. Jika ada adegan kekerasan/amoral, beri tahu bahwa hal itu bukan hal baik. Kedua, ada kontrol dari orang tua untuk mengatur acara TV yang ditonton anak serta jadwal kapan anak harus melihat TV dan kapan saatnya TV harus dimatikan.

“Terpenting sebagai orang tua adalah harus benar-benar bisa mengawasi dan memberi pengarahan kepada anak-anaknya.”

Pendidikan seseorang berawal dari rumahnya, kemudian lingkungan tetangga, lalu lingkungan masyarakat umum. Ketika di luar, ada kalanya pendidikan rumah berpengaruh dan ada kalanya terpengaruh. Meskipun begitu, biasanya kebiasaan dalam rumah akan terbawa ke lingkungan luar. Sehingga didikan keluarga tetap akan menjadi bekal awal anak menyikapi kehidupan.

Al-ummu madrosatul ula [ibu adalah sekolah yang awal].”
Advertisements

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s