Sejarah Birena

Sejarah Birena dimulai dari tahun 1976 ketika Masjid Al Ghiffari IPB berdiri. Salah satu organ kepengurusannya adalah Biro Birena (Bimbingan Remaja & Anak-anak) yang fokusnya adalah anak-anak dosen yang tinggal di belakang Kampus Gunung Gede. Bentuknya berupa TPA (Taman Pendidikan Al Qur`an) setiap sore (seperti umumnya TPA dimana-mana), pangsa pasarnya keluarga menengah ke atas & dipungut bayaran. Perlu diketahui ada kesepakatan di Birena untuk menjadikan Biro Birena DKM Al Ghiffari IPB hanya sebagai salah satu sejarah. Birena DKM Al Hurriyyah IPB yang sekarang memiliki sejarah tersendiri. Terhitung tahun 1999 Biro Birena DKM Al Ghiffari sudah dihapuskan dan diganti dengan nama lain.
Saat Masjid Al Hurriyyah IPB berdiri maka ada dua organ pembinaan anak-anak, yaitu Biro Birena DKM Al Hurriyyah IPB & BPAYD (Biro Pembinaan Anak Yatim & Dhu`afa). Biro Birena statusnya adalah biro yang berada di bawah departeman. Pernah di bawah Departemen Pembinaan Ummat (DPU) & pernah juga di bawah Departemen Keputrian (agak aneh memang karena sebagian pembinanya adalah ikhwan, saya salah satunya pernah mengalami di bawah Departemen Keputrian :) pada kepengurusan 1998-1999). Biro Birena ini merupakan fotokopi dari Biro Birena DKM Al Ghiffari IPB. Pangsa pasarnya adalah anak-anak dosen, bentuknya TPA & ditarik biaya belajar. Sedangkan BPAYD merupakan salah satu biro di bawah Departemen Sosial Lingkungan (Sosling). Fokusnya pada pengumpulan & penyaluran beasiswa kepada anak-anak yatim & dhua`fa di Lingkar Kampus IPB Dramaga. Sehingga kita bisa melihat bahwa kedua biro tersebut berbeda strukturnya, berbeda pangsa pasarnya & berbeda bentuk pekerjaannya. Pada tahun 1999, kedua biro tersebut sepakat bekerjasama untuk menggarap Islamic Youth Camp (IYC) di Bulan Juli 2009. Sebelumnya IYC adalah garapan Biro Birena yang pangsa pasarnya hanya kelas menengah ke atas. Pada tahun 1999 inilah ada perubahan pada pangsa pasar IYC, yaitu menyertakan sejumlah anak yatim dhua`fa binaan BPAYD dengan sistem subsidi silang & subsidi penuh donasi tunggal. Alhamdulilah berjalan sukses karena banyak pesertanya (70an anak), acaranya berjalan sesuai rencana & menyisakan dana dalam jumlah yang besar. Kemudian kita ada ide untuk merger (meleburkan Biro Birena & BPAYD) menjadi departemen tersendiri & pelan-pelan menjadi semi otonom di lingkungan DKM Al Hurriyyah IPB.

Setelah IYC 1999 maka diadakan sejumlah syuro intensif pengggabungan Biro Birena & BPAYD. Kesepakatan didapatkan baik untuk nama, struktur, program dsb. Untuk nama akhirnya ada kesepakatan untuk memakai nama “Bimbingan Remaja & Anak-anak (Birena) DKM Al Hurriyyah IPB”. Tidak menggunakan kata “biro” sebagai tanda bahwa Birena yang sekarang bukan Biro Birena yang dulu (1976-1999). Penghilangan kata biro juga ingin menggambarkan bahwa Birena yang sekarang adalah hasil merger dengan BPAYD. Karena itu disepakati bahwa Birena yang sekarang lahir pada 15 Juli 1999. Adapun Biro Birena DKM Al Ghiffari IPB, Biro Birena-Departemen Keputrian/Departemen Pembinaan Ummat DKM Al Hurriyyah IPB & BPAYD DKM Al Hurriyyah IPB adalah bagian dari sejarah, dianggap sebagai “ayah ibunya Birena yang sekarang”. Sehingga Birena yang sekarang terhitung berdiri pada 15 Juli 1999. Perlu saya sampaikan bahwa kepanjangan BIRENA bukanlah “Bimbingan Remaja & Anak” tapi “Bimbingan Remaja & Anak-anak). Kata “anak” berbeda dengan “anak-anak”. Kata “anak” adalah status dalam keluarga, sedangkan “anak-anak” adalah tingkat umur. Birena tidak membina “anak”, tetapi membina mereka yang tergolong “anak-anak”, dengan remaja tentunya. Lebih lengkapnya bisa dikonsultasikan ke dosen Bahasa Indonesia :) atau lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Oleh itu saya sarankan agar pengurus yang sekarang mengembalikan kepanjangan Birena menjadi Bimbingan Remaja & Anak-anak sebagaimana dari dulu kita pakai. Lengkapnya “BIRENA (Bimbingan Remaja & Anak-anak) DKM Al Hurriyyah IPB”.

Tentang kepemimpinan: karena Birena yang sekarang terhitung 15 Juli 1999, maka saya sebutkan sebagai berikut :

  1. Maman Karmita (Juli 1999-Juni 2000)
  2. Eko Priyono (Juli 2000-Juni 2001)
  3. Dedy Setiawan (Juli 2001-Juni 2002)
  4. Zainal Abidin (Juli 2002-Juni 2004)
  5. Salha (Juli 2004-Juni 2005), akhwat
  6. Aila Daspulastri, akhwat (Juli 2005-Juni 2006)
  7. Hudiyah (Juli 2006-Juni 2007)
  8. Firdaus (Juni 2007-Desember 2008)
  9. Lia Yuliawati (Januari-Desember 2009)
  10. Adkhilni Utami (Januari-Desember 2010)
  11. Retno Kartikawati (Januari-Desember 2011)
  12. Agy Wirabudi Pranata  (Januari 2012 – Desember 2012 )

Panjang yah sejarahnya, semoga bisa diambil hikmahnya, 😀

Advertisements

3 thoughts on “Sejarah Birena

  1. Birena Alhurr penuh manfaat, semoga terus berkesinambungan dan makin berkembang, menjadi ladang amal bersama dan ikut menciptakan generasi Qur’ani. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin. (Orang tua santri Birena AlHurr)

    Liked by 1 person

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s