Anak Aktif, Salahkah?

“Keaktifan” adik Birena ketika pembinaan rutin.
Anak Aktif, Salahkah?
Oleh: Fitria Slameut
Kawan, pernahkah kita berpikir bahwa anak aktif adalah anak yang bandel dan tidak bisa diatur? Jika ya, maka segera singkirkan pikiran itu jauh-jauh dari benak anda! Sebagai seorang kakak di dalam keluarga, atau sebagai seorang pendidik di lingkungan masyarakat sekitar, pasti tak jarang kita menemukan kesulitan dalam mengasuh anak-anak yang begitu aktif. Tapi sekali lagi, jangan berpikiran negatif tentang mereka. Bisa jadi sebenarnya mereka sedang belajar juga, hanya saja kita yang tak mengerti.

Anak aktif bisa jadi merupakan anak yang memiliki rasa keingintahuan yang besar. Rasa keingintahuan itu yang membuat anak melakukan hal-hal yang seringkali tidak terduga. Misalnya saja mengacak-acak rak buku, berlarian ke sana kemari, mengobrak-abrik tas kita, atau masuk ke ruangan yang membuatnya ingin tahu, seperti gudang, mencoba menyalakan korek api, dan sebagainya. Saat kita melihat anak-anak melakukan hal-hal tersebut, jangan langsung dimarahi, tapi segera hindarkan mereka dari bahaya, dan tanyakan kenapa mereka melakukan hal tersebut. Lalu setelah itu, kita jelaskan pada mereka kenapa tidak boleh melakukan ini dan itu, agar anak juga mengerti. Jika kita memarahi dan tak mau mendengar alasan mereka, mentalnya bisa menjadi down. Sehingga kedepannya anak-anak selalu merasa ketakutan saat melakukan sesuatu, karena takut dimarahi. Padahal, jika diarahkan dengan baik, maka rasa keingintahuan mereka ini bisa tumbuh menjadi kemampuan anak untuk menganalisa suatu hal.
Anak yang banyak bicara dan bertanya juga merupakan ciri anak aktif. Terkadang, kita sampai merasa kesal ketika anak terlalu banyak bicara ataupun bertanya dan menyuruh mereka untuk diam. Padahal ketika sang anak bertanya, selain untuk mencari tahu mengenai banyak hal, dia juga sedang belajar untuk melakukan komunikasi yang baik. Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu dasar pembentukan jiwa kepemimpinan.
Anak aktif juga pada umumnya kreatif dan melakukan pekerjaan yang tidak biasa. Misalnya berpura-pura menggunakan sapu sebagai pedang dan mengayunkannya bersama teman-temannya, mencoret dinding rumah, dan lain sebagainya. Aktivitas anak ini pun tidak dapat dikatakan sebagai sesuatu yang negatif. Sebenarnya mereka hanya berusaha untuk menuangkan imajinasi mereka. Kreativitas anak akan membawa anak menjadi seorang yang memiliki daya cipta tinggi kelak ketika tumbuh dewasa. Anak aktif memang tidak selamanya terkesan menyenangkan, namun sebagai kakak dan pendidik, kita harus bisa memahami serta membimbing mereka untuk menyalurkan keaktifan mereka ke hal-hal yang positif.
Advertisements

One thought on “Anak Aktif, Salahkah?

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s