Asyiknya Ngarojong ka Lembur

Ibu-ibu pengajian tampak serius mendengarkan ceramah Ustadz Waladan (kiri) di acara Birena Ngarojong ka Lembur, Sabtu (5/10).

Oleh: Rifky Wahyuningtyas
*Staf Bidang Program & Kajian Strategis (Prokas) 2013

Bagi yang bukan orang Sunda, kalimat “ngarojong ka lembur” akan terasa asing. Secara gampang, “ngarojong ka lembur” dapat diartikan “mendukung/menunjang kampung”. Tapi dapat diartikan juga sebagai kunjungan ke kampung/desa dalam rangka memberikan dukungan/tunjangan. Tahun ini Cihideung Ilir menjadi desa pilihan Birena dalam acara “Birena Ngarojong ka Lembur”, Sabtu (5/10) lalu.

“Birena Ngarojong ka Lembur” diadakan sebagai ajang silaturrahim dengan masyarakat serta untuk menyiarkan Islam. Meskipun baru dimulai tahun ini, insyaAllah kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan Birena.

Ketua pelaksana, Rahmat Hidayat mengatakan acara ini dinamakan “Birena Ngarojong ka Lembur” karena desa yang dikunjungi merupakan kampung Sunda. Sesuai pepatah, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

“Selain silaturrahim, dengan acara ini Birena bisa mengetahui kondisi desa-desa sekitar kampus IPB. Sehingga memudahkan kami untuk menyalurkan bantuan Sembako,” ujar Rahmat.

Perwakilan ibu-ibu pengajian Cihideung Ilir, Ibu Hj Zubaedah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kunjungan kakak-kakak Birena. Beliau juga berharap tali silaturrahim seperti ini terus terjalin dengan baik.

Sebagai syiar Islam, terdapat pula penyampaian materi bertema “Pentingnya Pendidikan Islam untuk Anak-anak” oleh Ustadz Waladan. Ustadz Waladan juga menyampaikan  tips-tips jika ingin mempunyai anak yang saleh, beberapa caranya yaitu memberi makanan yang halal; serta ketika orang tua marah kepada anaknya, di saat itu ucapkan doa yang paling baik untuk anak. Beliau juga membacakan sebuah hadits: Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturrahim.” (HR Al Bukhari).

Pembagian Sembako menjadi penutup acara sebelum ditutup dengan doa. Semoga silaturrahim dan ilmu yang didapatkan menuai keberkahan di sisi Allah SWT, aamiin..

Imas, Inung, dan Farah (dari kiri ke kanan) tampak sibuk menyiapkan Sembako untuk dibagikan ke ibu-ibu pengajian, (5/10).
Advertisements

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s