Manasik Haji Birena Kini Bukan Sekedar Formalitas

Oleh: Yusuf Muhammad1
1 Jurnalis di Media Birena

Bogor – Terhitung sejak tahun 2012[2], Birena rutin mengadakan manasik haji setiap bulan Dzulhijjah. Begitu pula tahun ini, Manasik Haji Birena 1435 H dilaksanakan pada Ahad (12/10) pagi di lingkungan Al-Hurriyyah. Meski berupa acara kerutinan, Birena selaku panitia terus melakukan evaluasi dan pembaharuan. Oleh sebab itu, acara tahun ini tampak berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pembaharuan itu tak hanya berupa hal teknis tapi juga konsep. Jika dua tahun sebelumnya anak-anak dan remaja disatukan, tahun ini peserta praktik manasik haji dipisah (antara anak-anak dan remaja). Abdul Aziz, ketua bidang Prokas (Program dan Kajian Strategis) 2014 mengatakan bahwa pemisahan ini dilakukan agar acara manasik berjalan lebih optimal. Selain itu, praktik manasik tidak lagi berupa praktik haji tamattu (umroh lalu haji), tetapi hanya praktik haji (tanpa umroh).

“Praktik haji tamattu tidak dilakukan karena hanya akan membuat bosan dan lelah anak-anak. Sebab ada kesamaan rukun di umroh dan haji, hingga terkesan melakukan hal yang sama berulang-ulang,” kata Aziz saat diwawancarai, (12/10).

Alhamdulillah, perbedaan konsep juga dirasakan manfaatnya oleh sebagian remaja. Muhammad Raya Gung, remaja Birena kelas XII (3 SMA) mengatakan bahwa ia lebih memahami materi di manasik haji tahun ini dibandingkan tahun lalu. Meski tahun depan beliau akan lulus SMA dan tidak menjadi remaja Birena lagi, beliau berharap acara ini bisa terus ada dan menjadi lebih baik.

Beda remaja beda pula anak-anak, begitulah ungkapan yang sesuai dengan kondisi manasik haji tahun ini. Manasik haji tampak begitu membosankan bagi Daffa, bocah lelaki berumur 9 tahun (4 SD). “Membosankan, habis enggak ada main bolanya,” katanya sambil menunjukkan raut wajah tanpa dosa, (12/10).

Mengenai hal tersebut, Hilmi Muhammad Yusrin, anggota divisi acara mengatakan bahwa target keluaran yang diharapkan dari manasik haji tahun ini memang berbeda antara anak-anak dan remaja. Manasik haji untuk anak-anak hanyalah sebagai pengenalan dan pembiasaan. Tak ada harapan bahwa anak-anak harus mengerti apa atau bagaimana tata cara haji. Sedangkan untuk remaja, diharapkan adanya peningkatan pengetahuan tentang haji setelah manasik haji. Itulah mengapa pula adanya pretes dan postes tentang haji untuk remaja.

Manasik haji Birena tahun ini bukan sekedar formalitas. Bukan sekedar praktik haji lalu tak ada ilmu yang berbekas di sana. Atau bukan hanya sekedar menghabiskan anggaran apalagi sekedar melaksanakan program kerja kerutinan. Manasik haji Birena tahun ini juga ingin menanamkan pengetahuan tentang haji. Sayang amat disayang, meski begitu masih ada yang kurang di manasik haji tahun ini. Ruh atau semangat merindukan berhaji ke Baitullah itulah yang belum tertanamkan. Bukan hanya sekedar mengetahui apa dan bagaimana berhaji, tetapi ruh merindukan berhaji ke Baitullah lah yang sebenarnya teramat penting ditanamkan kepada anak-anak kita sedari dini.

[2] Berdasarkan pengetahuan penulis. Sebab ada tahun-tahun (sejak awal mula manasik haji Birena diadakan) di mana tidak dilaksanakan manasik haji.

Pemisahan antara anak-anak dan remaja membuat manasik haji lebih kondusif. Tampak para remaja menyimak penjelasan kakak Birena mengenai niat, ihrom, larangan haji, dan wukuf di lapangan samping masjid Al-Hurriyyah, (12/10).

Advertisements

9 thoughts on “Manasik Haji Birena Kini Bukan Sekedar Formalitas

  1. manasik haji kali ini luar biasa…masya Allah
    pengalaman pertama saya menjadi pemandu manasik haji birena..rasanya tu sesegar tegukan air zamzam…..
    semogamanasik haji kali in memberikan manfaat untuk kita semua
    ada sedikit kisah tentang manasik haji kali ini
    ini kisahnya…
    Sesaat setelah manasik haji dilaksanakan, tak sengaja melangkah didepan salah seorang anak yang tengah duduk tenang. Tiba-tiba sang anak berkata
    Anak : kak, maafin kita ya, tolong sabar menghadapi sikap kita yang sulit diatur.
    Kakak : ??? (terdiam sesaat)
    Kakak : ya dimaafkan (lalu pergi berlalu)
    Dalam hati sang kakak lalu bergumam.. Ya Allah ternyata dia menyadari bahwa dia dan teman-temanya itu telah bersikap kurang baik dan dia berani mengungkapkan kata maaf atas sikapnya itu…sungguh ini sebuah perbuatan yang mulia, sungguh hati ini tersentuh karenanya.

    Like

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s