Birena dari Masa ke Masa #Bagian1

Penulis: Dika Rahmat Saepulloh | Calon Kepala Sekolah Birena Al-Hurriyyah IPB 2015

PROLOG
Oleh: Yusuf Muhammad | Jurnalis dan Editor di Birena sejak 2012

Dika Rahmat Saepulloh adalah mahasiswa Departemen Fisika asal Tasikmalaya angkatan 2012 (49) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor. Sebagai pengurus Birena sejak tahun 2013, Dika sangat menginginkan Birena terus menjadi baik dari masa ke masa. Kariernya di Bidang Kurikulum dan Kesiswaan (KK) menjadikan dirinya mempunyai konsentrasi yang tinggi dalam hal pembinaan anak-anak dan remaja. Sadar dirinya butuh banyak bimbingan, Dika berusaha mencari berbagai macam pengalaman dari pembina-pembina terdahulu.

Tulisan ini merupakan hasil pencarian Dika atas sebuah pengalaman dari seorang alumni Birena. Sebuah tulisan tentu tidak akan pernah lepas dari subjektivitas. Meski begitu, saya sangat mengapresiasi kerja beliau, sebab Helvy Tiana Rosa_seorang penulis_mengatakan, “Menulis adalah memahat peradaban.” Tanpa adanya tulisan, tentu sejarah tak akan pernah tercatat dan hanya akan terlupakan oleh generasi yang akan datang. Dan saya berharap setelah tulisan ini terbit, akan ada tulisan-tulisan lainnya yang berasal dari berbagai sumber. Karena saya percaya, hal yang subjektif bisa berubah menjadi objektif jika dirangkum dari berbagai sumber. Perjalanan ini masih panjang, sepanjang umur dakwah yang takkan pernah diketahui ujungnya.

Bogor, 27 Oktober 2014
BAGIAN 1
Oleh: Dika Rahmat Saepulloh

Jika kita melihat sejarah Birena dari masa ke masa. Sepertinya kita akan tahu apakah kita lebih baik ataukah tidak sebagai penerus Birena ini. Jika kita sering  berdiskusi, mendengarkan, dan berbagi cerita dengan pendahulu-pendahulu Birena, akan ada informasi yang begitu unik dan luar biasa yang bisa kita dapat.

Pernah suatu saat, Birena hanya memiliki sedikit sekali kakak pembina, adiknya pun tak sebanyak sekarang, namun pada saat itu kakak-kakak Birena mampu mentransformasikan adik-adiknya ibarat ulat yang berubah menjadi kupu-kupu. Pernah ada cerita dari salah seorang remaja Birena dahulu yang sekarang menjadi pengurus Birena, yaitu Kak Reza. Beliau merasakan kesan yang luar biasa ketika itu. Kakak-kakak Birena menjadi idola, motivator, dan teladan yang baik. Setiap pekan selalu ada jadwal khusus liqo bagi remaja-remajanya di luar hari Ahad. Sejauh apapun rumah kakaknya, tidak menjadi sebuah halangan. Justru itu menjadi kenikmatan tersendiri ketika harus berjalan kaki dari rumah menuju tempat kakak Birena. Saat itu menjadi saat-saat di mana Kak Reza merasa sangat dekat dengan kakak Birena. Sampai-sampai, ketika ia akan melanjutkan kuliah, kakak-kakak Birena lah yang selalu memberi dukungan dan semangat. Yang senantiasa membantu dan mengarahkan adiknya sehingga dapat masuk ke IPB ini.

Ketika hari Ahad tiba, itulah saat di mana kakak-kakak dan adik-adik akan bersenang-senang. Kegiatan Ahadan tidak terlalu banyak materi. Karena materi telah disampaikan sebelumnya di luar hari ahad. Mayoritas kegiatan hari Ahad adalah kegiatan peningkatan kreativitas dan softskill bagi adik-adiknya.

Sungguh, apa yang dilakukan kakak Birena dahulu adalah cara membina yang luar biasa. Kesabaran dan kasih sayang mereka untuk adik-adik begitu besar. Tak heran jika ketika hari ini, ketika kita jauhlah ke rumah adik-adik yang sudah lama di Birena, maka nama-nama kakak terdahulu akan selalu mereka ingat.

“Saat yang paling menyenangkan di Birena, adalah saat-saat bersama kakak-kakaknya. Kakak, kalian selalu ada di hati dan ingatan kami, adik Birena,” Azfar Reza Muqafa.
~~~
Advertisements

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s