Akhiri Paceklik!

■ Yusuf Muhammad


Birena melewati tiga tahun tanpa gelar.


BOGOR – Dua buah medali penghargaan Juara I dan III Lomba Mewarnai terpajang lusuh di rak penghargaan Birena. Medali yang diperoleh pada tahun 2010 tersebut berasal dari ajang perlombaan Pensil (Pentas Seni Islam) yang diadakan oleh Formasi FEM IPB. Sungguh suatu prestasi yang membanggakan, apalagi juara 1 dan 3 yang didapatkan memiliki tingkat yang cukup luas, yaitu se-kota dan se-kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sayang teramat disayang, tiga tahun setelahnya justru berlalu begitu saja tanpa ada gelar yang bisa diperoleh Birena.

Puasa gelar yang dialami bukan karena tidak ada usaha. Setahun berlalu tanpa gelar (2011), tahun 2012 pun menjadi saksi pembenahan diri. Dikoordinatori oleh Derry Ferdani Rustanzi dan Imas Sintia, staf Bidang Kurikulum dan Kesiswaan (KK) 2012, Birena mulai serius membina adik-adik. Tujuannya saat itu agar Birena bisa mendapatkan gelar juara dalam acara Festival Anak Sholeh (FAS) yang diadakan Etos pada tahun 2012 (lihat juga: Aksi Birena di Festival Anak Sholeh 6). Meski demikian, usaha tersebut belum membuahkan hasil baik dalam ajang FAS maupun ajang lainnya hingga pertengahan 2014.

September 2014 menjadi saksi sejarah saat-saat yang mengharukan. Muncullah Safafili Anandita, seorang adik Birena, yang keluar sebagai pemenang Juara 2 Lomba Fashion Show dalam ajang Pegas Formasi FEM IPB, (20/9). Tak lama setelahnya Birena kembali mendapatkan gelar meski dalam ajang yang berbeda. Ialah Arif Nugroho dan Dito, kedua adik Birena yang memperoleh gelar Juara I dan III Lomba Menggambar dalam ajang perlombaan yang diadakan Hassasin FBI Fateta IPB, (4/10). Bersamaan dengan lomba di Hassasin, Yulena Febryanti, remaja Birena memenangkan Juara III Lomba Menghias Horta dalam ajang Festival Bunga dan Buah Nusantara, (4/10).

Sangat disayangkan, dari empat gelar yang diperoleh, hanya dua piala yang berhasil diamankan di rak Birena. Dua piala sisanya “terpaksa” diserahkan kepada adik yang memenangkan lomba tersebut. Padahal berdasarkan Peraturan Birena (Rules of Birena), piala yang didapatkan adik lewat Birena menjadi hak milik Birena. Adik dibolehkan menggandakan piala tersebut jika ingin membawanya ke rumah.

Ketua Bidang Kurikulum dan Kesiswaan saat itu (2014), Dika Rahmat Saepulloh mengatakan bahwa itu murni kesalahan Birena. Sebab Birena memang tidak menekankan akad pembagian hadiah di awal (sebelum mengikuti lomba).

“Wajar kalau hal itu terlupa, sebab sudah tiga tahun Birena tidak pernah juara,” jawab Dika sambil tertawa kecil saat diwawancarai.

Mengenai target gelar tahun ini (2015), wakil kepala sekolah, Abdul Aziz mengatakan Birena mempunyai potensi peningkatan gelar pada tahun ini. Gelar yang diperoleh tahun lalu bisa menjadi motivasi tambahan untuk memperoleh gelar lagi tahun ini.

“Birena mempunyai beragam kurikulum mulai dari biru (bina ruhiyah, red.), biah (bina qur`aniyah, red.), ekskul (ekstrakurikuler, red.), dan kreativitas. Semoga semua hal tersebut bisa menjadi bekal meraih prestasi yang lebih banyak lagi,” jelas Aziz saat diwawancarai, (16/1).

Editor: Ira Zahara Nurwulansari


Surel: birena.alhurriyyah.ipb@gmail.com
Fb: Birena Al-Hurriyyah Ipb
Twitter: @birenaipb


Galeri:

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

3 thoughts on “Akhiri Paceklik!

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s