Maukah Kita Menjadi Peruntuh Benteng Terakhir Itu?

■ Yusuf Muhammad


بسم الله الرّحمن الرّحيم

Apa yang penulis maksud dengan “Peruntuh Benteng Terakhir”? Penulis merujuk pada sebuah tausyiah yang pernah disampaikan oleh Ustadz Dedi Mulyono di suatu forum.

“Jika anak rohis ada yang pacaran, maka runtuhlah benteng terakhir itu!”
~Dedi Mulyono

Ya, sudah menjadi kesepakatan tak tertulis, bahwa anak rohis atau aktivis dakwah akan selalu menjadi sorotan publik. Sayangnya terkadang kita suka pilih kasih. Saat mereka (anak rohis atau aktivis dakwah) berbuat baik, kita tak serta-merta mengikuti mereka. Dan terkadang tak ada tanggapan yang positif, seakan-akan kita berkata, “Mereka memang sudah seharusnya berbuat baik.”

Tapi saat mereka melakukan kesalahan, tak sedikit yang menjadikannya tameng atas kesalahan pribadi. “Mereka juga melakukannya (kesalahan, red.) kok!”

Itulah yang dimaksud oleh Ustadz Dedi Mulyono waktu itu. “Kita (anak rohis atau aktivis dakwah, red.) sudah susah-susah mengondisikan agar tidak ada ikhtilat di antara teman-teman kita, lalu ada anak rohis yang pacaran. Maka sia-sialah usaha kita. Mereka (orang-orang yang pacaran, red.) akan berkata, ‘Oh, pacaran boleh kok. Tuh, anak rohis saja pacaran!’ Kalau sudah begini, maka hancurlah sudah benteng terakhir kita dalam berdakwah!” ujar Ustadz Dedi dengan menggebu-gebu.

Pertanyaannya, apakah kita pelaku trend center keburukan itu? Apakah kita pelaku yang meruntuhkan benteng terakhir para aktivis dakwah? Na’udzu billahi min dzalik. Dan ingat, meski kita bukanlah pelaku utama, semoga kita juga tidak termasuk pelaku peruntuhan, dengan cara membiarkan teman kita yang khilaf terus menerus larut dalam dosa (baca juga: Apakah Orang yang Paham Agama Tak Akan Berbuat Khilaf?).

Cinta adalah karunia terindah dari Allah swt. Semua manusia pasti akan merasakan yang namanya cinta. Tinggal bagaimana caranya kita mengatur agar cinta yang kita punya, tetap berada pada aturan-Nya. 🙂

“Kadang Allah swt. menguji manusia dengan cinta. Untuk memastikan apakah manusia lebih mencintai Pencipta atau Ciptaan-Nya.”
~Anonymous


Bogor, 9 Maret 2015
Berusaha untuk lebih mencintai-Nya

Advertisements

5 thoughts on “Maukah Kita Menjadi Peruntuh Benteng Terakhir Itu?

    1. Ada dua kemungkinan.. Bisa jadi itu pacar sahnya (suami).. Atau ya bisa jadi itu oknum.. Coba dipastikan terlebih dahulu.. 🙂

      Nah, jika dia oknum, kalau bisa ya ditegur dan didoakan agar mereka kembali ke jalan yang benar.. 🙂

      Like

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s