Sistem Baru Ujian Nasional 2015

■ Iffah Dieni Haniefa


Seharusnya UN itu mendorong siswa untuk suka belajar.


Assalamu’alaykum Indonesia~

Di tengah ramainya dunia ekonomi dan politik yang penuh intrik serta polemik. Jangan lupakan peristiwa penting yang sudah dinantikan oleh adik-adik kita. Apa itu? Yap! UN! Seperti yang kita tahu, sistem Ujian Nasional selalu mengalami perubahan setiap tahunnya demi mencapai sistem terbaik untuk siswa-siswi kebanggaan kita. Nah, ada yang tahu sistem UN untuk tahun 2015 seperti apa? Yuk, simak lebih lanjut pembahasan berikut ini.

Kenapa sih sistem UN diubah lagi? Jawabannya adalah karena selama ini, siswa, guru, dan sekolah kebanyakan masih fokus pada nilai yang bagus, bukan kompetensi. Kecurangan pun tak dapat dihindarkan. Padahal, seharusnya UN itu dapat mendorong siswa untuk suka belajar dan menguasai kompetensi. Sehingga hasil UN jadi dapat digunakan sebagai acuan antar provinsi dan pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kakak-kakak yang sudah pernah menjalani UN di tahun-tahun sebelumnya pasti mengerti deh duka cita nya UN seperti apa. Kami optimis dengan perubahan ke arah yang lebih baik dapat membentuk generasi yang lebih baik pula~

Memang mau diubah jadi kayak apa sih? Jadi begini loh~ Tahun ini baru pengenalan saja, lebih tepatnya sih, perubahan yang bertahap dan tentunya ke arah yang lebih baik! Kan enggak mungkin langsung JRENG diberlakukan sistemnya tanpa kenalan dulu, biar sekolah-sekolah di Indonesia enggak syok dengan sistem ini. Semoga pengenalan tahun ini sukses dan tahun 2016 bisa berjalan penuh dan efektif dengan dukungan dari semua pihak. Pelan tapi pasti yang penting selamat sampai tujuan~

Ceritanya, UN di masa mendatang akan menggunakan sistem CBT. Eh, sebentar, sistem CBT? Baru denger ya~ Apaan tuh? Ini dia, CBT alias Computer Based Test. UN dengan penerapan teknologi komputer. Salah satu alasan kenapa enggak mungkin sistem ini langsung diberlakukan di semua daerah adalah karena enggak semua daerah dan enggak semua sekolah punya infrastruktur yang memadai untuk CBT ini. Makanya harus dilakukan penyesuaian. Tentunya secara bertahap juga~

Loh loh, sebentar! Kalau begitu UN di Indonesia enggak seragam dong?! Tenang dulu, sistem CBT ini soalnya setara dengan PBT alias Paper Based Test. Hanya beda perangkat yang digunakan saja kok. Jadi, jangan khawatir ada diskriminasi~

Nah, satu hal lagi yang menarik dari perubahan sistem UN ini adalah adanya SHUN atau Sertifikat Hasil Ujian Nasional. Kita mulai bahas bedanya SKHUN sama ijazah dulu deh ya. Bedanya di mana? Perasaan isinya sama saja. Sebenarnya, SKHUN dan ijazah itu fungsinya jelas beda. Kalau SKHUN itu istilahnya adalah rapor UN kita, sedangkan ijazah itu bukti bahwa kita sudah lulus dari jenjang pendidikan tersebut. Jadi, SKHUN enggak bisa dipakai sebagai bukti kelulusan layaknya ijazah walau isinya sama saja. Nah, menyadari adanya ketidakefektifan dalam pengadaan SKHUN dan ijazah yang isinya sama tapi fungsinya beda, dibuatlah SHUN. Pada dasarnya, SHUN sama saja dengan SKHUN, tapi versi ini lebih detail dan disertai matriks pencapaian siswa untuk setiap mata ajar. Keren banget kan?

Jadi, sudah paham dengan sistem UN tahun 2015? Nah, yuk bantu persiapkan adik-adik kita menghadapi ‘brand new system‘ ini~ Ingat-ingat waktunya ya!

Terakhir, Indonesia itu luas. Penduduknya banyak. Peserta UNnya juga melimpah. Semoga perubahan ini dapat membawa UN menjadi lebih dan lebih baik lagi~ ■Ed: Aji Najib N.

Keterangan lebih lanjut tentang sistem UN yang baru dibahas dalam infografis yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. – @Kemdikbud_RI

This slideshow requires JavaScript.

Now, we are on Instagram! Follow us @birenaipb


Tentang Penulis:
Iffah Dieni Haniefa merupakan mahasiswa Departemen Biologi FMIPA IPB angkatan 2012. Beliau menjadi pengurus Birena sejak tahun 2013. Saat ini beliau menjabat sebagai sekretaris Bidang Humed (Hubungan Luar dan Multimedia) 2015.


Advertisements

5 thoughts on “Sistem Baru Ujian Nasional 2015

  1. Kalau bicara ttg UN saya jadi ingin banyak berkomentar..

    Saya setuju dg ide bahwa UN tdk mjd patokan utama seorang siswa lulus sekolah. Sebab (salah satu) faktor utama banyaknya kecurangan kan karena mereka “harus” lulus lewat UN (yg dulu bahkan tidak ada UN ulang).

    Tapi yang paling penting menurut saya memang REVOLUSI MENTAL. Kebetulan itu hastagnya Presiden RI 2015-2020 kita. Yang harus direvolusi mentalnya jelas semua pihak. Semoga benar-benar bisa revolusi mental, tidak cuma sekadar jargon, aamiin..

    Mari dukung dan kawal!!! 😀

    Liked by 2 people

  2. Ah, saya jd ingin komentar lg.. Maaf kalau udah #spam..

    Oh iya, ini opini pribadi, jadi sah-sah saja kalau kita berbeda pendapat, hehe.. :mrgreen:

    Sebenarnya semua aspek kehidupan bernegara pasti ada unsur #politik, termasuk di bidang pendidikan. Makanya mahasiswa harus #melek politik biar bisa mengawal kehidupan bernegara.

    Saya yakin sistem yg diusung membutuhkan biaya yg sangat besar. Tapi saya tetap dukung. Nah, berbicara tentang “biaya” semoga pemerintah bisa segera menangani gejolak krisis ekonomi saat ini. Jangan dulu berbicara ttg pengadaan komputer atau jaringan internet kalau masih ada rakyat yg kesulitan utk makan sehari-hari, hehe..

    Selamat bekerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia!! Semoga sukses!! 🙂

    Liked by 2 people

    1. benar sekali kak. sistem yang baru ini pasti membutuhkan dana yang banyak. perlu dukungan juga dari berbagai pihak agar sistem ini ‘berjalan dengan baik’. entah bagaimana cara pemerintah mengatur pengeluarannya tanpa mengabaikan keadaan masyarakat yang masih banyak mengalami kesulitan ekonomi.

      kita doakan saja semoga sistem yang baru ini dapat memberikan sedikit banyak perubahan ke arah yang lebih baik lagi ^^

      Liked by 1 person

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s