Batu Akik di Kalangan Remaja

■ Hilmi Muhammad Yusrin


Batu akik mulai ramai dipakai remaja dan anak-anak.


Batu akik menjadi fenomena yang akhir-akhir ini sering diperbincangkan. Bagaimana tidak, batu yang mampu menerobos harga ratusan juta ini begitu banyak dicari oleh kalangan konglomerat. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada kaum orang tua saja, melainkan anak- anak dan para remaja pun mulai banyak menggunakan batu akik. Mulai dari orang tuanya yang memakaikan atau anaknya sendiri yang membeli batu akik meskipun imitasi.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada zaman sekarang namun sejak zaman Nabi. Hadis riwayat Imam Muslim menjelaskan bahwa cincin Rasulullah SAW terbuat dari perak dan batu mata cincinnya berasal dari negeri Habasyi. Beberapa riwayat menerangkan bahwa Nabi sendiri juga mengenakan cincin yang terpasang di jari kelingkingnya sebagaimana dalam sebuah hadits Anas bin Malik mengatakan, “Cincin Rasulullah terbuat dari perak dan batunya merupakan batu Habasyi,” (HR Muslim dan Tirmidzi), hadits ini diderajatkan hasan shahih, dan dishahihkan oleh Al-Albani. “Dari Anas bin Malik ra ia berkata, bahwa cincin Rasulullah saw itu terbuat dari perak dan mata cincinnya itu mata cincin Habasyi,” (HR Muslim).

Bagaimana pandangan pemakaian batu sejuta dolar ini menurut Islam? “Dari Ali bin Abi Tholib ra, ’Rasulullah melarangku untuk memakai cincin di kedua jariku ini atau ini.’ Ali mengisyaratkan pada jari tengah dan selanjutnya (yaitu jari telunjuk),” (HR Muslim). Sedangkan kaitannya dengan memakai cincin bagi perempuan pada dasarnya boleh-boleh saja di jari mana pun dan dengan bahan emas sekalipun. Karena wanita itu dibolehkan untuk berhias.

Berkaitan dengan marak penggunaan cincin dengan mata cincin batu akik/batu mulia, ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat sunnah dan sebagian berpendapat mubah saja.

Kebolehan tersebut bisa berubah hukumnya menjadi haram apabila ada sebab-sebab yang membuatnya haram, yaitu memakai cincin diiringi dengan riya’ dan sum’ah dengan memamerkan apa yang dikenakan kepada orang lain secara berlebihan untuk berbangga-bangga dan mengharapkan pujian dari orang lain karena kualitas dan harganya yang mahal. Terjadi pemborosan, berlebih–lebihan, dan tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk membeli batu cincin. Sehingga terkadang banyak kewajiban nafkah suami terhadap keluarga terabaikan ditambah maraknya kurafat dengan meyakini bahwa batu memiliki kekuatan bisa mendatangkan manfaat atau mudarat bagi si pemakai.


Tentang Penulis:
Hilmi Muhammad Yusrin merupakan mahasiswa Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB angkatan 2013. Beliau menjadi pengurus Birena sejak tahun 2014. Saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Bidang Prokas (Program dan Kajian Strategis) Birena Al Hurriyyah IPB Kabinet Istana Lebah 1436 H.


Advertisements

3 thoughts on “Batu Akik di Kalangan Remaja

  1. batu akik sama batu ginjal bedanya apa ya??
    terus maksudnya kaum orang tua apa ya?? orang tua punya kaum gitu??
    mohon pencerahanya ya…terima kasih

    Like

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s