Bahagia itu adanya di ujung, kalau kita belum bahagia berarti belum sampai ujung. Sungguh perjalanan kita sebenarnya ujungnya kembali, dan tempat kembali hanya ada dua, surga atau neraka. Semoga surga menjadi tempat beradu

-Crisna Murti, staff bidang PSDM Muara Salmon

 

IMG_0079.JPG       Bogor- Hampir sampai muara kepengurusan Birena AH IPB 1438H. Program rutin ahadan Birena tentu membuat secuil rasa jenuh dan penat, belum lagi program-program Birena di luar kegiatan rutin ahadan. Rihlah akhir tahun menjadi solusinya sambil mengagumi kekuasaan dan keagungan-Nya. Mencermati, merenungi dan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah kewajiban seorang muslim guna mengokohkan keimanan kepada-Nya. Menikmati pemandangan alam ini ternyata memberikan dampak positif dalam menjaga, memperbaiki dan meningkatkan kesehatan. Hal tersebut merupakan hasil penelitian Velarde et al. (2007) yang ditulis dalam jurnalnya yang berjudul “Health effects of viewing landscapes – Landscape types in environmental psychology”. Inilah urgensi dari program rihlah akhir tahun dari bidang PSDM.

Kebun teh Puncak Bogor menjadi pilihan lokasi kegiatan ini. Dini hari sekitar jam 6 pagi pasukan Muara Salmon tiba dilokasi. Udara yang sejuk, pemandangan perbukitan terlihat elok dengan hamparan ketentraman hijau kebun teh, menyambut kehadiran serta menemani sarapan pagi dan sholat Dhuha pasukan Muara Salmon. Setelah selesai menyuplai energi, kami membakar kalori tubuh dengan berjalan menyusuri lembah dan bukit kebun teh. Tidak sekedar berjalan, pasukan muara salmon juga harus menggumpulkan bola-bola pertanyaan yang bersembunyi disela-sela pohon, ranting, semak ataupun batu-batuan sepanjang jalan menuju villa. Semakin semangat setiap kelompok yang telah terbentuk untuk mencari bola dan menjawab teka-teki didalamnya, karena “diiming-imingi” semakin banyak bola semakin banyak ikan yang akan didapatkan.

Games seru terus berlanjut sesampai di villa dan setelah beberapa menit beristirahat dari perjalanan yang cukup melelahkan. Games balap karung jongkok, estafet sarung (khusus: ikhwan), memasukan benang dalam jarum kemudian menjahit sambil berjalan, memindahkan kacang atom dengan sedotan (khusus: akhwat) dan mencari batu merah dalam “kubangan sungai kecil” semakin seru dan sengit persaingannya untuk berebut mendapatkan ikan terbanyak. Riri and Friend dengan ketua Kak Riadi menjadi kelompok ikhwan yang selalu unggul. Kelompok akhwat yang juga mendominasi juara games adalah kelompok 2.

Setelah menggumpulkan bola dari persembunyiannya dan menang games, masih ada games yang semakin memanas yaitu permainan “Lelang Bola”. Aturannya adalah, yang paling banyak taruhan bolanya boleh memainkan games tantangan, jika berhasil melewati tantangan akan mendapat bola 2 kali lipat dari bolah taruhan dan jika gagal maka bola harus dibagi rata ke kelompok lain. Permainan ini benar-benar panas saat tim “Jibril” menang taruhan dan harus melewati tantangan makan mi super pedas  cabe merah dengan bubuk cabai level 15 sebanyak satu piring besar selama 2 menit . Ekspresi merah entah kepanasan atau kepedasan dari raut muka Kak Hilmi dan Kak Engkay yang sedang suap-suapan menyelesaikan tantangan. Tim lain tampak antusias dan menahan tawa melihat tingkah mereka berdua. Sayang, mereka berdua gagal, karena lewat 2 menit mi super pedas belum habis. Tim ikhwan lainnya tampak bahagia karena mendapat bagian bola dari tim “Jibril” atas kegagalannya dan harus bersabar bagi tim “Jibril” atas nasibnya.

Agenda terakhir adalah makan bersama, tukar kado dan penghargaan setelah bersih-bersih dan sholat ashar. Tampak begitu lahap pasukan salmon menyerang ikan goreng yang ditemani sayur, lauk-pauk dan sambal dari kreasi masing-masing bidang Birena AH IPB. Belum puas pasukan salmon melahap beragam sumber zat gizi, puding coklat khas BPH serta buah semangka dan papaya pun diserang habis-habisan. Canda-tawa dan berebut makanan (khususnya ikhwow Birena) menghiasi suasana sore yang kalem dihalaman yang menghadap bukit-bukit hutan dan kebun teh. Tukar kado juga tak kalah dinanti-nanti untuk mendapatkan kado terbaiknya, kak Dika menjadi orang yang mendapatkan kado spesial yang dikemas dengan tulus apa adanya dan berisi pesan “Dengan ini semoga Kakak bisa menjaga kesehatan” (kurang lebih seperti itu). Yang spesial lagi adalah penghargaan Birena dari BPH atas kinerja selama masa kepengurusan. Adapun jenis penghargaan dan peraihnya adalah terPagi-Kak Fanice; terSenyum-Kak Dina; terDanus-Kak Ratna; terBina-Kak Teguh; terIde-Kak Riadi; dan terSabar-Kak Catur.

Matahari sudah bersembunyi dibalik bukit-bukit barat itu mengisyaratkan kami untuk segera pulang dan mengakhiri kegiatan. Tangisan Kak Syamsir membuat akhir kegiatan semakin haru karena harus berpisah dengan kakak-kakak PSDM yang sudah berakhir masa kepengurusannya. “Rihlah kan jadi kenangan”, begitulah tagar postingan sosmed Kak Crisna yang dibuat saat perjalanan pulang sebagai ungkapan sederhana yang mewakili kakak-kakak Birena 49 karena ini adalah rihlah terakhir bersama Birena

            “Rasanya belum ada rihlah yang lebih mengesankan disbanding rihlah birena, bukan karena pergi kemana dan bagaimananya, yang aku rasa karena kasih sayang kalian (Kakak-kakak PSDM) yang samapi ke kita dan membuat rihlahnya berkesan banget” Ungkap Ibu BPH Birena kabinet selanjutnya, Kak Novia.

 

Sumber:

Murti C. 2016. Postingan Status Facebook. [Internet]. Bogor (ID). [dilihat 2016 Des 29]. Tersedia pada: https://web.facebook.com/crisna.murti.1

Velarde MD, Fry G, Tveit M. 2007. Health effects of viewing landscapes – Landscape types in environmental psychology. UFUG 6: 199-212.

Advertisements

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s