Kenali Gaya Belajar Anak dan Kurikulum Pendidikan Tepat Sasaran

■ Rizky Utami (Humed)


“Kinestetik, yakni belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh”


img_0087
Kedua ayah dari adik birena yang sedang main games estafet karet.

Bogor, 19 Februari 2017 – “Tak ada sesuatu yang membahagiakan jiwa dan mengusir kegundahan melainkan rasa syukur di pagi akan nikmat dariNya.” (unknown).

Assalamualaykum wr wb.

Cerita seputar ahadan ada lagi. Tau gak kalau cerita ahadan kali ini ada yang beda? Wah, ada apa ya? Pada kepo kan ya? Kuy baca cerita selengkapnya berikut ini…..

Pagi kembali menyapa dunia bersama bulir hujan yang mengguyur hijaunya bumi IPB. Pagi yang indah yang hanya dapat dinikmati dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih, karena tanpa itu pagi tak lebih berarti dari sebuah waktu tanpa arti. Ahadan kembali tiba.  Alhamdulillah ahadan kali ini disambut oleh rintik hujan yang menawan. Sedikit dari cerita ahadan karena para pembina ditemani oleh hero dan malaikat tak bersayapnya dari para adik. Yap benar sekali, siapa lagi kalau bukan malaikat tersebut adalah Ayah dan Ibu dari para adik. Pasalnya, agenda ahadan kali ini adalah Forum Orang Tua (FORTU). Forum Orang Tua (FORTU) adalah agenda yang khusus dirancang dari birena untuk orang tua guna menambah wawasan dan informasi seputar anak dan keluarga. Oke tak perlu lama-lama saya bercakap tentang pengantar seputar ahadan.

Banyaknya bulir hujan yang mengguyur dan dinginnya hawa yang menyapa kulit tubuh  tak menyurutkan langkah Ayah dan Ibu untuk datang mengikuti acara FORTU. Begitupun dengan para pembina, senyum yang merekah terpasang di wajah para pembina menyambut kehadiran orang tua adik. Dengan ramah serta tetap memasang senyum di wajah, pembina melayani registrasi para orang tua. Lalu memberikan bulletin tentang Birena dan mengarahkan para orang tua untuk duduk di dalam aula. Acara pun dimulai, acara di moderatori oleh kak Rizaldy dan kak Aa Nasrullah. Kedua kakak kita ini adalah pembina Birena angkatan 53. Dan lebih kerennya, mereka Pembina. Kakak – kakak kita ini membawakan rundown acara dengan meriah dan ceria. Agar acara lebih hikmat lagi dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh remaja Shobari. Semua orang terhanyut dalam lantunan ayat suci Alqur’an yang ia bacakan. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan kata sambutan yang disampaikan oleh kak Fakhry selaku Kepala Sekolah Birena 1438 H. Kak Fakhry bukan hanya menyampaikan kata smbutan saja loh, kak Fakhry juga menyelingi dengan memberikan sebuah hiburan untuk Ayah dan Ibu yang dapat mencairkan kebekuan saat hujan tiba. Yaitu games pijat memijat. Shaf ibu-ibu bersorak gembira, dan diselingi oleh shaf bapak yang juga terlihat tergurat senyum. Setelah kata sambutan, masuklah ke acara inti yaitu persentasi yang akan disampaikan oleh kak Riadi dan Kak M. Lutfi Sofiudin Romas. Persentasi yang disampaikan adalah “Mengenali Gaya Belajar Anak dan Kurikulum Pembelajaran”. Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan baik disekolah ataupun dalam situasi-situasi antar pribadi. Dan perlu disadari bahwa tidak semua orang khususnya anak – anak punya gaya belajar yang sama. Walaupun mereka berada  di sekolah atau duduk di kelas yang sama, atau bahkan mereka saudara kembar sekalipun, kemampuan seseorang ( seorang anak ) untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, lumayan cepat, dan ada yang butuh waktu sedikit lama. Karenanya, setiap anak seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama.

Dalam penyampaian materi, adapun inti dari materi adalah bahwa ada beberapa jenis gaya belajar. Pertama yaitu visual yakni belajar dengan cara melihat. Ciri-ciri gaya belajar visual adalah bicara agak cepat dan tidak mudah terganggu oleh keributan, mengingat yang dilihat dari pada yang didengar, lebih suka membaca dari pada dibacakan. Nah, untuk strateginya sendiri mempermudah proses belajar anak visual ialah menggunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta, gunakan warna untuk melihat hal-hal penting, ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi, gunakan multi-media contohnya komputer dan video. Selanjutnya gaya belajar auditori, yakni belajar dengan cara mendengar. Ciri-ciri gaya belajar auditori yakni saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri, belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat, senang membaca dengan keras dan mendengarkan, dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara. Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori gunakan musik untuk mengajarkan anak, diskusikan ide dengan anak secara verbal, biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong anak untuk mendengarkannya sebelum tidur. Dan yang terkahir adalah kinestetik, yakni belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh. Ciri-ciri gaya belajar kinestetik belajar melalui memanipulasi dan praktek, menghafal dengan cara berjalan dan melihat, menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca.

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik yaitu jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam, ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya contohnya ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru. Lanjut acara yakni materi, ada talkshow yang dipandu oleh kakak kita yang tak kalah kece yaitu kak Teguh. Tak hanya itu pemateri talkshow juga berasal dari perwakilan orang tua adik yaitu bernama Umi Jihan. Umi berbagi ilmu dan menceritakan bagaimana selama ini mengahadapi cara belajar anak, dan menceritakan perubahan yang terjadi pada Jihan anaknya setelah mengikuti agenda ahadan di Birena.

Wah, Alhamdulillah ya Birena membawa dampak yang sangat baik terhadap perkembangan anak. Setelah talkshow selesai ada ice breaking yang dibawakan oleh mbak Flora. Mbak Flora memandu ice breaking dengan suka ria, sehingga membuat acara lebih cair dan berwarna. Ice breaking pertama ada senam penguin. Bapak, ibu, dan pembina yang ada di aula sangat antusias mengikuti gerakan dari video senam penguin yang diputarkan. Ice breaking selanjutnya yaitu estafet karet menggunakan pipet(sedotan). Pemenang pertamanya dari tim bapak, wah bapak-bapak semangatnya tak kalah dengan ibu-ibu. Selanjutnya disusul oleh tim ibu. Serangakaian acara dalam agenda FORTU telah selesai dilaksanakan. Masuklah kita kedalam penutup yang memberikan perenungan kepada kita dengan apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Doa berjalan dengan khidmad dan masih diselingi oleh gemercik hujan yang membuat kita semakin menunduk kepada nikmat yang telah Allah berikan. Editor : F.

Advertisements

2 thoughts on “Kenali Gaya Belajar Anak dan Kurikulum Pendidikan Tepat Sasaran

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s