TUNJUK SATU BINTANG

■ Kari


“Adik-adik dan remaja Birena, tunjuklah satu bintangmu, jangan pernah kau padamkan sedikitpun bara semangat dihatimu. Pegang erat mimpi-mimpi berjuanglah bersama doa-doa sehingga bintangmu akan bersinar”


 

Lagu Idola Cilik

Cipt : Seli T

Jangan bersedih dan putus asa

Selalu ada jalan bila kau terus berdoa

Tabur harapmu sebanyak bintang

Sebanyak bintang-bintang di angkasa

Gapai bintangmu gapai impian

Jangan menyerah sebelum kau mencoba

Saatnya tiba kau kan bahagia

Melihat bintangmu bercahaya

Tunjuk satu bintang dan raihlah

Jangan kau berhenti dan menyerah

Saatnya kan tiba bintangmu bersinar

Saat impianmu…

Jadi nyata

 

 

 

Cerpen Birena

Tentang catatan harian adik dan remaja Birena (Bimbingan remaja dan anak-anak) Masjid Al-Hurriyyah IPB

Bintang-bintang yang bersinar indah menghiasi angkasa, tiada lelah menerangi gelapnya malam sampai disambut azan subuh. Embun pagi jatuh satu per satu dari daun hijau di beranda rumah. Angin kecil menggoyangkan tangkai bunga mawar yang baru berbunga kemarin senja. Ayam-ayam sudah berkeliaran mematuki makanan yang ada di tanah pertanda bahwa Yang Mahakuasa telah menjadikan hari yang penuh rahmat-Nya.

Sebuah rumah kecil di lingkar kampus IPB. Di ruang tamu tampak sebuah tas kecil bergambar hello kitty yang sudah tersusun rapi didalamnya alat tulis, Alquran, mukena, dan bekal. Dia adalah gadis kecil bernama Ana. Ana mau berangkat mengaji di hari ahad ini. Ana berjalan kaki dengan semangat langkah demi langkah kecilnya menghantarkannya ke Birena(Bimbingan remaja dan anak-anak) di Masjid Al- Hurriyyah yang berada di kampus rakyat Institut Pertanian Bogor. Sudah lama dia mengaji di Birena sejak masih TK sampai sekarang kelas 2 SD.

Di aula masjid, seorang anak berpeci putih sudah duduk manis sambil memakan jajanan yang dia beli di depan aula. Dia menoleh ke belakang ketika terdengar suara “Assalamu’alaikum, Obi apa kabar?” tanya anak laki-laki itu berlari sambil menggendong tas bergambar Boboi Boy menghampiri Obi. Obi menjawab, “Alhmadulillah Reza aku baik, kamu bagaimana?” tanya Obi. “Aku juga yeay, alhamduliilah ya.”sahut Reza. Aula Masjid Al-Hurriyyah inilah menjadi salah satu saksi bisu anak-anak dan remaja sekitaran kampus mengaji sambil bermain untuk belajar ilmu agama Islam bersama kakak-kakak dari IPB. Obi, Reza, Ana, dan teman-teman yang lain senang sekali bisa belajar di Birena karena bisa punya banyak teman dan kakak-kakak hebat.

Agenda pembinaan dimulai sekitar jam 07.15 WIB. Seorang kaka pun membuka kegiatan dengan semangat. “Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh”.

Apa kabarnya hari ini?…Alhamdulillah luar biasa Allah Akbar.

Tepuk Semangat…”Se” prok-prok, “Ma” prok-prok, “Ngat”….” prok-prok…Seeeeeemangat. yeay…

Kegiatan dibuka dengan membaca surah Al-fatihah dan doa sebelum belajar bersama-sama. Kemudian dilanjutkan dengan senam bersama di Taman Al-Hurriyyah. Lagu “Curahan Segalanya” dari Sherina membuat tubuh kecil mereka bergerak-gerik lucu. Seru banget sampai kelinci di bawah pohon ikut bergoyang ria sambil mengunyah makanan. Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan shalat dhuha berjamaah. Setelah shalat dhuha, kaka yang bernama Ka Raihan menyampaikan bahwa sekarang kita akan belajar sesuatu yang baru bernama Aqidatul Awam. Aqidatul awam adalah kitab yang berisi syair-syair tentang Tauhid, kitab ini dikarang oleh Syaikh as-Sayyid al-Marzuqiy. Setelah belajar Aqidatul Awam waktunya istirahat.

“Kriing…kriiing…kriiing!” bel masuk berbunyi. Waktu istirahat sudah habis. Agenda ahadan kembali dimulai untuk ahad ini ada Biru. Biru singkatan Bimbingan Ruhiyah belajar tentang pengetahuan agama Islam mencakup akidah, fikih, dan akhlak. Selain Biru ada juga yang namanya Biah(Bimbingan Alquraniyah) yaitu belajar membaca Alquran dari segi makhrijul huruf dan tajwidnya serta memahami isi kandungannya. Biru dan Biah telah dijadwalkan setiap minggunya dan dipadukan dengan nonton bareng, makan bareng di Gizi Birena(Gina), menghafal doa bareng dan dengerin Cimomon yaitu dongeng dari kaka Birena.

Saat ini, Ana  berada pada tingkatan Ibtida Awal di Birena sedangkan Obi dan Reza tingkatan Ibtida Tsani. Birena memiliki beberapa tingkatan. Ibtida Awal untuk adik-adik kelas 1, 2, dan 3 SD sedangkan Ibtida Tsani untuk adik-adik kelas 4, 5, dan 6 SD. Birena tidak hanya tempat mengaji untuk adik-adik SD/sederajat tetapi juga untuk remaja sekitaran kampus IPB. Remaja yang masih SMP/sederajat termasuk tingkatan Tsanawi sedangkan remaja SMA/sederajat termasuk tingkatan Aliyah.

Agenda ahadan hari ini sudah selesai. Adik-adik dipulangkan dengan barisan yang rapi dan bersalaman dengan kaka-kaka dan mba-mba Birena. Ana pulang bersama Mba Anisya, yang tidak lain adalah kakak sepupunya Ana. Mba Anisya sekarang berada pada tingkatan Tsanawi. Diperjalanan pulang Mba Anisya bertanya, “Ana tadi belajar apa?” kemudian Ana menjawab “Mmm..belajar tentang kalimat Basmallah untuk mengawali semua kegiatan Bismillahirahmanirrahiim dan Hamdallah untuk bersyukur Alhamdulillahirabbal’alamiin”. Perbincangan mereka pun berlanjut sampai tibalah mereka ke rumah masing-masing. Rumahnya Mba Anisya ada di belakang rumah Ana.

Sementara itu, Reza sesampainya di rumah langsung lari ke bapak dan menyampaikan bahwa dia belajar Aqidatul Awam. Disepanjang perjalanan tadi, Reza dan Obi tiada hentinya menyanyikan syair-syair yang dia dapatkan ketika mengaji di Birena. Reza berpisah dengan Obi dan Ka Zein di pos kamling desa. Ka Zein adalah kakaknya Obi, dia juga mengaji di Birena sekarang sudah tingkat Aliyah. Obi bertanya ke Ka Zein, “Ka..kaka –kaka tadi nyanyiin Aqidatul Awam ga?” kemudian Ka Zein menjawab, “Engga bi, yang remaja belajar kitab safinah, yaitu kitab yang membahas tentang ilmu akidah dan fikih ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Faqih Salim bin Abdullah.

Obi, Reza, Ka Zein, Ana, dan Mba Anisya adalah sebagian kecil adik dan remaja yang mengaji di Birena. Mereka senang sekali bisa ngaji di sana karena juga ada kreativitas dan ekstrakurikuler. Mereka juga dilatih untuk mengembangkan bakat dan berani tampil ke depan. Selain itu, pasti ada kejutan yang tidak terduga setiap minggunya yang membuat adik-adik dan remaja rindu datang ke Birena. Mereka yakin bisa meraih impiannya menjadi apa yang mereka inginkan atas seizin Allah, menjadi generasi rabbani bersama kaka dan mba Birena yang tulus mencintai adik dan remaja karena Allah.

Ooo…Birena…good, good goodgood…

Mana kakaknya? Tu, tu tutu..

Mana adiknya? Ni, Ni nini..

Mana senyumnya? Mm, mmm..

Mana tawanya? Ha, Ha, hahaha..

Mana takbirnya? Allah Akbar…

 

“Adik-adik dan remaja Birena, tunjuklah satu bintangmu, jangan pernah kau padamkan sedikitpun bara semangat dihatimu. Pegang erat mimpi-mimpi berjuanglah bersama doa-doa sehingga bintangmu akan bersinar. Salam semangat dari kaka-kaka dan mba-mba mu ini beserta doa untuk keberhasilan kalian malaikat-malaikat kecil kami.

 

 

Advertisements

2 thoughts on “TUNJUK SATU BINTANG

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s