Dimana Kemanusiaan?

■ Muhammad Adjie Sayuti


    Saelasa, 5 September 2017, Rumah sakit Cox Bazar yang terletak di perbatasan Myanmar-Bangladesh dipenuhi oleh pengungsi dari Rohingya yang diantaranya adalah 31 pria dengan luka tembak di bagian kaki dan tangan. Ada juga yang menderita patah tulang seperti di lansir oleh Liputan6.com. Para pengungsi membawa kisah kematian dan pelarian yang memilukan dari
    operasi pembersihan pemberontak oleh militer di Myanmar. Sebuah tragedy yang sangat pelik.
    Mengapa tidak, banyak hak asasi manusia yang tercabut secara paksa. Mereka tidak memikirkan rasa kemanusiaan mereka.
    Rohingya, ada apa dengan Rohingya? Sebuah pertanyaan besar yang belum pasti jawabannya. Penduduknya dibantai, dihabisi, dibersihkan dan diahkimi tanpa tau apa penyebabnya. Tanpa melihat usia dan jenis kelamin. Mulai dari anak-anak sampai orang tua menjadi korbannya. Dimulai dari masalah agama , poitik dan ekonomi menjadi alasan mengapa tragedi ini bisa terjadi. Awalnya banyak yang mengira bahwa kejadian ini bermula karena adanya minoritas muslim di Rohingya yang mayoritasnya adalah budha. Alasan ini memiliki dampak tersendiri untuk Indonesia. Mengingat Indonesia mayoritas penduduknya adalah muslim dan juga tidak sedikit pengadut agama budha. Karena alasan ini, banyak yang berkomentar agar tokoh budha RI juga ikut menyerukan toleransi antar umat beragama dan mengecam tindakan terhadap minoritas. Permasalahan ini sempat panas antar umat beragama yang bersangkutan. Tetapi masalah ini pun sedikit mereda.
    MUI menjelaskan bahwa konflik ini bukan masalah agama seperti yang dilansir oleh Liputan6.com. yang harapannya masyarakat Indonesia tidak menyalahkan antar umat beragama.
    Ada pula yang mengaitkan masalah ini dengan kepentingan ekonomi dimana di daerah tersebut ada jalur sumber energi, minyak dan gas. Ada juga yang menyebutkan bahwa warga di wilayah Rakhine adalah warga negara Bangladesh yang terusir dan mendapatkan “kartu putih” sebagai identitas dan mereka dapat menggunakan hak suara dalam pemilu selama kartu masih aktif.
    Tetapi, setelah kartu tersebut sudah habis jangka waktunya, warga Rohingya akan ditangkap dan dipenjara. Lantas apakah pantas mereka dibantai hanya karena masalah-masalah yang tidak sebanding harganya dengan nyawa mereka?

    Krisis kemanusiaan terjadi disini. Sebuah tragedy yang seharusnya tidak terjadi hanya karena alasan-alasan yang tidak pasti. Banyak nyawa orang-orang tak bersalah melayang.
    Walaupun permasalahan itu akibat adanya masalah agama minoritas, tetapi tidak akan ada agama
    yang mengajarkan untuk membunuh. Apalagi hanya masalah ekonomi dan politik. Seharusnya
    kita sebagai manusia yang memiliki rasa kemanusiaan saling bantu-membantu dan meningkatkan toleransi antar umat beragama. Demi kedamaian dan kebaikan antar sesama.

    Wallaahu a’lam bishshawaab

    Advertisements

    3 thoughts on “Dimana Kemanusiaan?

    1. Yap setau saya juga masalahnya lebih ke ekologi politik, akses ke sumberdaya. Tapi tetap, untuk pertanyaan terakhir pada artikel ini, jawabannya adalah tidak.
      Artikel yang bagus ^^
      Ditunggu postingan selanjutnya.
      Semangat kaka-kaka Humed.

      Liked by 1 person

    Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s