Minazh-Zhulumaati ilan Nuur, Habis Gelap Terbitlah Terang

“Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.” ( R A Kartini)

     Hari Kartini  memiliki arti dan makna yang luas untuk bangsa Indonesia. Putri asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini dikenal sebagai peletak dasar emansipasi wanita di Nusantara.Di mata Islam, Hari Kartini menyimpan makna yang selaras dalam Islam, baik dalam Al Quran maupun hadits, karena agama islam juga menyerukan peranan penting dan pentingnya menghargai perempuan.

     Wanita benar-benar dihargai dalam Islam. Dicontohkan dari  kisah Siti Hajar, seorang perempuan tangguh, istri Nabi Ibrahim AS, yang dikenal ikhlas, tabah dan tegar dalam menjalani sulitnya kehidupan. Pada zaman itu, Siti Hajar menyusui putranya, Ismail. Mereka hidup di kawasan lembah yang sangat tandus. Suatu ketika, bekal habis dan Ismail mengalami kehausan serta kelaparan. Dengan ketegarannya sebagai seorang ibu, Siti Hajar mencari sumber mata air, berlari dari Safa ke Marwah. Hal itu dilakukan demi anaknya, Ismail. Hingga perjuangan Siti Hajar tidak sia-sia, karena menemukan sumber mata air yang berkhasiat, jernih dan bersih. Air itu bernama zamzam.

     Kisah perjuangan seorang perempuan, sekaligus ibu Ismail itu diabadikan dalam Islam, dikenang dalam ibadah umroh dan haji, yaitu sa’i, berlari-lari dari Safa ke Marwah. Kisah Siti Hajar menjadi satu di antara banyak bukti bahwa Islam sangat menghargai wanita dan peran besar dalam peradaban umat manusia.

     Apa yang diperjuangkan Kartini, pahlawan perempuan Indonesia yang diperingati pada tanggal 21 April  dimana beIiau  telah membuka sejumlah pintu bagi para perempuan Indonesia untuk mengenyam pendidikan dan mendapatkan hak-hak mereka.  Bahwa sejarah istilah ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ itu berasal dari Al-Quran (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur) meIaIui surat-surat terkenaI yang ia ciptakan. Bahkan Kartini bertekad untuk berupaya untuk memperbaiki citra Islam.

     Dikisahkan bahwa Ibu Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya. Ketika muIai beIajar beIiau  menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa Allah ah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Rupanya, Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena Kartini merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari kegelisahan dan pemikiran tak-berketentuan kepada pemikiran hidayah.

HaI ini juga berkaitan dimana ada sejumlah keistimewaan seorang perempuan dalam agama Islam. Antara lain sebagai berikut:
1.Wanita salehah adalah tiang negara
2. Surga terletak di bawah kaki ibu
3. Kata “ibu” disebut Rasulullah Muhammad Saw sebanyak tiga kali, setelah itu ayah.
4. Perempuan sholihah lebih baik dari 70 wali
5. Wanita solehah lebih baik dari 1.000 laki-laki yang tidak soleh

 

Keutamaan perempuan tersebut bisa dilihat di dalam Al Quran maupun As-Sunnah.
Dalam Islam, selalu ada alasan rasional dan mendasar terhadap setiap perkara. Sebelum Islam datang, zaman Jahiliyah, anak perempuan di kawasan Arab dikubur hidup-hidup karena kehadirannya tidak diinginkan.

Setelah Nabi Muhammad membawa risalah bernama Islam, hak-hak perempuan mendapatkan porsi yang seimbang dengan laki-laki, sesuai dengan kodratnya. Bahkan, dalam beberapa konteks, perempuan diutamakan.

 

 

 

Referensi:

 

https://www.kompasiana.com/muhammad_yasir_arafat/kartini-dan-islam_54ffb7c9a33311ae58510455

 

https://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2015/04/21/memperingati-hari-kartini/

 

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s