HARI BUKU SEDUNIA

Hari buku sedunia, apa kabar minat baca anak indonesia?

Membaca adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh semua praktisi pendidikan. Keberlangsungan pembelajaran di kelas sangat bergantung pada kemampuan anak dalam membaca. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, anak sudah langsung diperkenalkan dengan kegiatan membaca. Mulai dari membaca buku cerita, buku pelajaran ataupun teks informasi. Membaca menjadi sesuatu yang vital dalam pembelajaran di sekolah karena kebiasaan membaca yang telah dilatih sejak dini bisa menjadikan anak terbiasa dan tak asing jika diperhadapkan dengan buku.

Mustafa (2012) menyatakan bahwa dalam penelitian 20 tahun terakhir ini, Indonesia mengalami penurunan dalam kebiasaan membaca buku. Beberapa hal yang diduga menjadi faktor rendahnya kebiasaan membaca di Indonesia adalah harga buku yang tinggi, ketersediaan infrastuktur yang kurang memadai, perpustakaan yang buruk, bahan bacaan yang sulit di akses, kebiasaan membaca yang tidak ditanamkan orang tua sejak dini, dan banyaknya media digital yang menimbulkan rendahnya minat baca.

Iqra’ atau perintah membaca adalah kata pertama dari wahyu pertama yang diterima Rasulullah shallallahu Alaihi Wasallam, kata ini begitu penting baginya hingga diulangi dua kali dalam rangkaian wahyu pertama. Menurut Quraish Syihab, membaca adalah syarat utama guna membangun peradaban. Semakin luas wilayah pembacaan maka semakin tinggi pula peradaban.

Ajaran Islam yang mulia sangat memperhatikan dalam masalah membaca. Lima ayat pertama kali turun yang diterima oleh Nabi Muhmmad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam surat Al-‘Alaq atau “Iqra” di gua hira, menunjukkan hal tersebut, dalam firman-Nya yang artinya:
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha Mulia. Yang telah mengajarkan manusia dengan perantara pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (Qs. Al-‘Alaq [96]: 1-5).

Diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan indeks minat baca 0,001 yang berarti bahwa baru ada 1 dari 1000 orang yang memiliki minat baca. Padahal untuk membentuk suatu masyarakat yang belajar harus dimulai dari masyarakat yang gemar membaca.

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam menumbuhkan minat baca anak usia dini, yaitu:
1. orang tua sebagai orang yang terdekat dengan anak harus memberikan contoh bahwa membaca merupakan kegiatan menyenangkan dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari
2. menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung anak untuk membaca, seperti menyediakan perpustakaan keluarga
3. menumbuhkan motivasi kepada anak dengan cara memberikan reward berupa suatu bacaan yang benar-benar mereka inginkan apabila anak mencapai suatu keberhasilan
4. memilih bahan bacaan yang tepat sesuai dengan umurnya, misalnya jika usia anak masih dini dan mereka dalam tahap belajar membaca, berikan buku-buku yang menyertakan visualisasi yang memudahkan dan menyenangkan
5. menciptakan suasana membaca yang menyenangkan dengan meluangkan waktu untuk mendampingi anak dan memperhatikannya ketika mereka membaca,
6. mintalah kepada anak untuk memilih menu makanannya sendiri jika sedang berada di rumah makan dengan menyodorkan daftar menu, bisa juga dengan bermain “mencari kata” ketika berada di tempat umum,
7. adanya koordinasi antara orang tua dan guru tentang perkembangan belajar anak di sekolah, sehingga orang tua mengetahui minat baca anak, dan
8. berikan porsi waktu yang cukup dalam membaca, hal ini bervariasi.
Peran sekolah dan orang tua sangat penting guna menunjang aktivitas anak dalam meningkatkan kebiasaan membaca.

Cahyani (2015) mengemukakan dalam jurnalnya bahwa dalam meningkatkan kebiasaan membaca, dalam membentuk masyarakat baca yang paling strategis adalah lingkungan sekolah.

Maka, kita bisa melihat negara-negara atau organisasi atau komunitas yang mengamalkan perintah membaca, mereka mengalami kemajuan dengan pesat, baik dalam ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan SDM. Mereka tampil menjadi sumber daya luar biasa yang diperlukan bagi peradaban dunia karena berawal dari hobi membaca. Semoga semua pihak dapat terus mendukung minat baca anak Indonesia dalam rangka menuju kecerdasan nasional yang lebih baik.

Selamat hari buku sedunia..
Buku yang kubaca selalu memberi sayap-sayap baru. Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan,melintasi waktu dan peristiwa, berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi ~ Abdurrahman Faiz

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s