[Know the way, show the way, lead the way]

(01/05) Teman-teman masih ingat kegiatan kita bulan mei silam. Ya, leadership training, manajemen syuro, dan dauroh COC yang dikemas oleh kakak-kakak PSDM dalam satu hari kegiatan yang juga bertepatan dengan hari buruh nasional. Leadership training dibawakan oleh kak Abdurahman Yusuf Syakir dan manajemen syuro dan COC dibawakan oleh kakak kita Hilmi Muhammad Yusrin. Penasarankan dengan materi yang dibawakan oleh dua pembiacara kece ini, langsung cek yang dibawah ini!.

Leadership training
Kepemimpinan akan berjalan jika seorang pemimpin dapat memimpin dengan baik dan anggotanya dapat mendengarkan dengan baik. Semua orang dapat menjadi pemimpin namun tidak semua orang dapat menjadi ketua. Perbedaan antara pemimpin dan ketua adalah pemimpin itu muncul dari karakter yang dapat mempengaruhi sedangkan ketua merupakan jabatan di organisasi tertentu. Adakalanya saat ketua tidak memiliki jiwa pemimpin oleh karena itu diperlukan pelatihan kepemimpinan.
Leadership merupakan jiwa yang dapat mempengaruhi orang lain sehingga dapat mengarahkan untuk mencapai tujuan akhir, Know the way, show the way, lead the way. Setiap kita memiliki pengaruh dalam ruang lingkup kita masing-masing, oleh karena itu berusahalah untuk selalu memberikan pengaruh positif dimanapun berada, ingat setiap orang dapat menjadi pemimpin sekalipun dia bukanlah ketua.
Tentang kurangnya kepedulian. Kurangnya kepedulian dapat diakibatkan oleh banyaknya amanah, tidak saling mengenal, takut, posisi yang tidak sesuai, terlalu memikirkan komentar orang lain, dan sifat tidak enakan.
Menjadi pemimpin bukanlah tentang posisi melainkan bagaimana kita memaksimalkan potensi kita disana. Sudahkah kita memiliki pengaruh terhadap suatu permasalahan walaupun jabatan kita hanya anggota? Ayo sama-sama maksimalkan potensi kita teman-teman.

Managemen Syuro

Syuro atau rapat banyak sekali contohnya seperti rapat divisi, rapat koordinasi, rapat pinpinan atau rapat general. Selain sebagai wadah untuk menemukan solusi tertentu syuro juga berfungsi sebagai ruang untuk menciptakan kenyamanan bagi setiap anggota dan mempererat ukhwah. “Kita tidak tahu kedepannya rezeki kita siapa tau lewat teman-teman dari organisasi, tekuni saja dulu” ujar kak Hilmi. Berikut rangkuman Q&A bersama kak Hilmi terkait manajemen syuro.

Susunan rapat : pembukaan dan tilawah, cerita motivasi, kabar-kabar, pembahasan: list bahasan, doa&penutup (hamdalah, istighfar, robithoh disempurnakan dengan kafarotul majlis), yang dipersilahkan meninggalkan forum akhwat dahulu baru diikuti ikhwan.

Saat syuro itu: Kalau pakai hijab yang pemimpinnya ditengah, kalau tanpa hijab pemimpinnya didepan dibarisan ikhwan, harus dibatasi jangan sampai dalam keadaan melingkar ada hijab lebih baik. Jangan sampai terjadi ikhtilat antara ikhwan dan akhwat. Tepat waktu. Hindari rapat didalam rapat. Diskusi dengan baik walaupun ada perbedaan pendapat jangan sampai ada pertikaian, jangan sampai bercandaan-bercandaan tidak penting dibawa saat rapat.

Syarat peserta syuro : Mendengarkan, bertingkah laku asertif (tidak berlebihan), menyelesaikan konflik, membaca situasi, melakukan persuasi (agar rapat ceria dan efektif).

Saat bahasan syuro masih ada tapi udah jamal, Sebaiknya ? : Tergantung kebijakan pemimpin, toleransinya sampai kapan (tergantung kesepakatan bersama) dan harus benar-benar urgent!

*_Tiket syuro, wajib_ ? Kalau yang istiqomah tiket syuro sudah dijadikan kebiasaan. Tergantung penerapan dan persetujuan anggota.

Bagaimana menyikapi jika ada anggota yang ketika rapat asik dengan urusan lain? : Punya aturan/sistem rapat (etika rapat) misalnya tidak boleh mengerjakan laporan, main hp, laptop, dan lain-lain. Ketegasan pemimpin juga diperlukan karena itu bagian dari adab, jika pemimpinnya tegas insyaaAllah jundi-jundinya teratur.

Bagaimana dalam rapat, kabid dan anggota pendapatnya tidak satu suhu? : Dilihat kebijakan yang diperjuangkannya itu seperti apa, baiknya seperti apa, khawatirnya baik hanya menurut orang-orang tertentu, sehingga bisa ada perbedaan. Sebenarnya ketua punya hak perogratif (menjalankan tanpa persetujuan anggota) tapi kita lembaga dakwah. Hak perogratif disembunyikan tidak boleh dikeluarkan sebagai bentuk ego karena ada sarana musyawarah. Hasil musyawarah yang terbaik akan menghasilkan sebuah mufakat. Jika masih bingung bisa dikonsultasikan kepada para pendahulu.

Lembaga Alhur tidak boleh syuro ditempat makan? : Kurang ahsan menurut ka hilmi, tempat makan baiknya untuk selain rapat (misalnya setelah rapat makan- makan boleh) karna urgensi dakwahnya kurang dapat, kecuali khusus ikhwan/ khusus akhwat saja.

Pejuang dakwah banyak yang jabatannya double, susah nih buat syuro, gimana pemimpin syuro untuk menentukan jadwal syuronya? Komitmen yang harus diperbaiki karena dari pemimpinnya juga bingung karena anggota punya kesibukan yang berbeda-beda. Jangan dibebankan pada kabid, teman-teman harus membantu/mendorong kabid dengan konfirmasi.

Syuro sudah mulai dan bahasannya sudah mulai tapi yang aktifnya hanya yang mimpin rapat dan orang- orang tertentu saja itu bagaimana? Meminta orang aktif itu susah sih, Soalnya udah kekepribadian/karakter pribadi masing- masing Jadi pintar-pintarnya kadiv untuk mencairkan suasana.

Dauroh code of conduct (COC)
Kita Sudah memilih birena, sadari dan pahami betul birena juga merupakan lembaga dakwah. Kita targetnya ke masyarakat sekitar khususnya anak-anak tapi kita tetap dibawah naungan Mesjid Alhurriyyah oleh karena itu harus tetap pada rambu-rambunya. Mentaati aturan ini, harus diterapkan juga ketika kita tidak di birena juga karena harus bisa jadi wasilah ditempat-tempat lain.
“_#Jangan terbawa alur, dipegang terus COC-nya bukan sebagai anggota birena tetapi sebagai seorang manusia,” tutur kak Hilmi.
Adapun pada kali ini ditekankan beberapa COC yang sering terlupakan. Diantaranya dalam berkomunikasi kurangi kata deh, sip, hehe. Pembicaraan sebisa mungkin dilakukan secara efektif. Menghindari pembicaraan pribadi. Penggunaan voice note kurang ahsan. Mekanisme perizinan : konfirmasi ke cp masul/masulah, jangan mengizinkan diri. Saat berada di markaz : hindari berdua dengan lawan jenis, kurangi intensitas didapur karena tidak ada hijab.

Semangat dalam membina karena ini merupakan jalan kalian di IPB, dan tetap istiqomah!

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s