Sumpah Pemuda, Semangat Pemuda!

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Haii Sobat Birena, tau ga sih kenapa setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda? Yuk, simak sejarahnya!

Sumpah Pemuda tercetus dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Kongres Pemuda II dilangsungkan selama dua hari pada 27 dan 28 Oktober 1928 di Batavia. Hari pertama, kongres menempati Gedung Katholikee Jongelingen Bond atau Gedung Pemuda Katolik, sedangkan kongres di hari kedua diadakan di Gedung Oost Java (sekarang di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat). Tujuan Kongres Pemuda II antara lain: (1) Melahirkan cita cita semua perkumpulan pemuda pemuda Indonesia, (2) Membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia; serta (3) Memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia. Kongres ini diikuti oleh lebih banyak peserta dari kongres pertama, termasuk Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon, Katholikee Jongelingen Bond, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun dan lainnya.

Bagaimana Umat Islam memandang Kongres Pemuda Tersebut?

Pejuang dan pemuda Islam pada saat itu ikut terlibat dan memberikan nama apa yang mereka perjuangkan. Terjadi juga korespondensi antara mahasiswa Indonesia di Belanda dan di Mesir yang juga para mahasiswa Islam. Juga yang berkumpul di sana, pada kongres ialah umat Islam, walaupun karena sekulerisme telah kokoh, terjadi perbedaan pandangan.

Dalam pandangan Islam, hasil konges jangan sampai dibawa pada nasionalisme yang sempit. Orang-orang sekuler memperjuangkan wilayah secara saklek. Dalam Islam, memang ini kampung kita. Kita perjuangkan nasib kampung kita yang terdekat. Kampung yang berisi umat Islam. Namun, kita membuka ruang dengan umat-umat Islam pada komunitas lain. Ada persatuan umat Islam di sana, dan kampung kita yang diperjuangkan hanya target antara.

Harus memungkinkan dipersatukan komunitas muslim laiinya, ukhuwah Islamiyah, pan Islam, khilafah, apapun namanya itu. Pada saat itu, disetujui namanya ‘Indonesia’ sebagai persetujuan perjuangan. Hal itu bukan bersifat sakral hidup atau mati. Bahwa para pemuda memperjuangkan Indonesia waktu itu benar, karena bercokolnya kolonialisme.

Bagaimana sikap kita sebagai generasi muda?

  1. Pemuda harus memiliki rasa idealisme yang tinggi
  2. Pemuda harus terus belajar dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya agar dapat memiliki pengetahuan dan wawasan yang tinggi.
  3. Pemuda harus mampu berpikir kritis dan berani memutuskan sesuatu.
  4. Pemuda harus memiliki rasa dan kemauan tinggi untuk membuat perubahan bagi bangsa.
  5. Pemuda harus memiliki energi dan kesehatan fisik yang prima
  6. Pemuda harus selalu mengingat jasa-jasa para pahlawan dan tidak melupakan sejarah.
  7. Pemuda harus menjunjung tinggi rasa hormat.

“Ada 7 golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya. Pada hari itu, tidak ada naungan, kecuali naungan Allah. Golongan tersebut adalah pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di dalam beribadah kepada Allah,…” (HR Bukhori).

Dalam hadits tersebut sudah jelas bahwa pemuda yang selalu beribadah kepada Allah maka kelak akan diberi naungan. Lalu, sudahkah kita menjadi bagian dari pemuda yang disebutkan tersebut?

Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber : berbagai macam sumber

Silahkan tulis kesan dan pesanmu di sini..! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s